Friday, December 18, 2020

Kenapa Harus Melepas Bila Pada Akhirnya Harus Mencari Lagi #Menulis2

Tak akan ada habisnya bila harus membahas tentang cinta. Dimanapun kita berada, bagi kaum pria cinta adalah obrolan wajib setelah game atau sebaliknya. Mungkin itu berlaku juga bagi kaum wanita. Banyak yang dibahas tentang cinta mulai dari ada seseorang yang disukai, seseorang yang diincar tapi sudah dekat dengan teman sendiri, sampai teman yang sedang marahan dengan pujaan hati, membahas hal sederhana seperti ini saja bisa sampai larut malam dan menghabiskan beberapa gelas kopi atau cemilan.. hahaha, namanya juga anak muda. Kadang ada teman yang support, bergurau, bahkan ada teman yang justru memperburuk keadaan dengan menambah beban orang yang menceritakan masalah hidupnya.

Putus adalah kata yang paling dibenci dan dihindari seseorang, padahal putus tidak pernah salah apapun kepada kita. Putus hanyalah sebuah kata yang di ungkapkan salah satu pihak apabila satu sama lain sudah tidak merasa cocok. Padahal, putus itu memiliki makna yang ganda menurut aku. Putus karena cinta yang sudah berakhir atau putus karena pada akhirnya menikah.

Terkadang seseorang memilih pergi karena beberapa alasan, kadang juga ia tak ingin memberitahumu apa alasannya untuk berakhir.

Tanpa ia sadari, bahwa kamu adalah emas bagi orang lain. Orang lain ingin memilikimu tapi mereka tahu bahwa kamu ada pemiliknya.

Baca Juga :


Setiap hubungan pasti akan ada masalah didalamnya, dan setiap masalah pasti ada penyelesaiannya. Jika ada masalah, yang diselesaikan itu masalahnya , bukan hubungannya.
Bertahan atau Pergi itu adalah pilihan yang sulit. Jika bertahan kamu harus sabar menerima dan jika pergi kamu juga harus siap mencari orang baru. Banyak orang bilang obat sakit hati adalah mencari yang baru, tapi apakah yang baru benar benar bisa membuat kita lebih baik? Ingat! Dulu kamu memilih pasanganmu karena kamu pikir dia sempurna. Kamu melihat dari fisik dan first impression, bukan dari hati. Kamu akan selalu mencari yang lebih apabila pasanganmu memiliki kekurangan, bahkan jika kamu mencari hingga ke seluruh dunia, tak akan ada orang yang sempurna.. yang harus kamu lakukan adalah menerima apa adanya dan membutakan matamu untuk orang lain.

Kenapa harus melepas bila pada akhirnya harus mencari lagi?


Percaya atau tidak, cinta yang indah biasanya bertahan 3-6 bulan. Setelah itu kamu akan mulai menemukan kekurangan pada pasanganmu. Kamu akan bertemu dengan rasa bosan, cemburu yang berapi api, dan juga keburukan dari pasanganmu yang lama kelamaan akan terlihat. Sekali lagi, tak ada manusia yang sempurna, jika yang kamu permasalahkan adalah keburukannya.. setiap orang memiliki keburukan, tak perlu mencari yang baru.

Rasa yang tak bisa dibeli adalah rasa nyaman dan mengenal orang baru butuh penyesuaian. Kamu yang tak bisa menjadikan ini bahan pertimbangan pasti akan merasa direpotkan. Menjadi dekat dengan seseorang butuh waktu dan tenaga, apalagi jika itu melibatkan perasaan, bayangkan betapa merepotkannya semua itu di tengah hatimu yang masih cukup sakit akibat hubungan sebelumnya.

Bisa jadi ini hanya godaan saja, Tuhan sedang menguji hubungan cintamu dan keputusan untuk menyerah atau tidak hanya ada pada tanganmu. Jika kamu lulus menghadapi ujian ini, kemungkinan besar akan ada hal-hal yang lebih baik dari sekarang yang akan kamu dapatkan. Jadi masih berpikir untuk menyerah dan mencari yang baru saja dibandingkan menahan sedikit rasa sakit?

Baca Juga :


Bukankah yang paling sulit dari saling mencintai dan menjalin hubungan adalah saling memahami? Mungkin saja masalah yang selama ini kamu hadapi hanya sebuah kesalahpahaman saja. Jika kamu melepasnya sekarang dan tahu fakta ini kemudian baru kamu akan menyesal kenapa tidak memilih bertahan dan terlalu cepat mengambil keputusan untuk mencari yang baru dibandingkan menunggu.

Waktu adalah obat terbaik untuk setiap rasa sakit, jadi percayalah bahwa rasa sakit itu hanya sementara. Kamu hanya perlu sedikit lebih sabar untuk menunggu saat bahagia itu datang. Sibukkanlah dirimu dengan berbagai maca kegiatan yang bisa mengalihkan perhatianmu. Ini akan lebih baik dari hanya sekedar menuruti emosi yang jangan-jangan hanya sementara saja timbulnya.

Tak ada satupun orang yang dengan mudah melepas cinta, selalu ada rasa yang tersisa. Tentang seberapa besar rasa yang tersisa itu tak ada yang tahu, tapi yang jelas wujudnya adalah rasa tersakiti entah oleh orang lain maupun diri sendiri. Tak ada yang mudah untuk kedua belah pihak jadi tak perlu lah kamu merasa yang paling sakit dalam hubungan ini.

Harapan itu bukan dicari tapi diciptakan dalam hati. Rasa yakin dan percaya adalah kunci untuk menciptakan harapan itu. Kamu harus membuat dirimu sendiri percaya harapan itu terlebih dahulu sebelum berusaha membuat pasanganmu percaya juga. Buatlah sebuah visi baru dalam hubungan kalian dan pelan-pelan melupakan masa lalu yang menyakitkan itu.

Coba ingat-ingat bagaimana kalian bisa saling jatuh cinta dan kemudian memutuskan menjalani hidup bersama! Bawa kembali alasan itu untuk hadir saat ini dan mengiringi langkah kalian lagi. Hilangkan rasa pesimis yang terus menggerogoti hatimu dan teruslah berusaha menumbuhkan cinta yang baru dengan sejuta harapan yang kamu yakini akan dikabulkan oleh Tuhan.

Baca Juga :


Tanya lagi coba ke hatimu, apa iya dia ingin benar-benar berpisah lalu mencari yang baru dibandingkan bertahan disini entah sampai kapan. Cinta itu tak bisa dipaksakan tapi bisa disembunyikan, jika kamu memilih menyembunyikannya sekarang, hati-hati saja jika di masa depan rasa itu bisa meledak dan menjadi-jadi. Lebih baik jujur pada diri sendiri dan hadapi saat ini juga.

Kalau kamu sudah sangat tidak tahan, paling tidak berusahalah untuk bertahan paling tidak hingga dia yang terbaik datang. Kamu harus kuat demi hal-hal yang lebih baik untuk kamu dapatkan nantinya. Apa yang kita lakukan tergesa-gesa biasanya tak akan membuahkan banyak hal karena hanya ada perasaan tanpa dipadukan dengan logika disana. 

Apapun keputusanmu, jangan ada rasa sesal didalamnya.. penyesalan memang selalu diakhir. Hidup akan terus berjalan, dan kamu harus segera pergi dari kesedihan yang melanda dirimu.

Friday, December 11, 2020

Jangan lupakan 3 hal ini jika kamu ingin maju | Uang, Tenaga, dan Waktu



Maju? Apa itu maju?
Menurut KBBI V maju berarti bergerak, berkembang, mencapai tujuan tertentu.

Sudahkah kamu memikirkannya (untuk maju)? 
Apa strategimu untuk maju?

Sudah siapkah kamu menghadapi masa depan yang ada di depan matamu?

Seseorang bisa dikatakan maju ketika dia bisa berhasil mencapai tujuan hidupnya, kamu hingga saat ini juga bisa dikatakan maju karena kamu mengalami perkembangan di bidang pendidikan, hobi atau apapun itu.

Itu adalah alam bawah sadar kamu yang membawamu hingga pada titik ini. Kamu selalu melakukan yang terbaik dengan paksaan terhadap keadaanmu.

Baca Juga :


Seseorang yang maju dan sukses tidak akan melupakan 3 hal ini. Jika kamu belum tau 3 hal ini, sudah tepat karena kamu mau belajar dan membuka pikiranmu untuk berpikir maju.

3 hal yang bisa membawamu maju , sukses dan ketiganya saling berkaitan erat satu sama lain.

Uang , Tenaga , dan Waktu

Dalam kehidupan manusia ada tiga hal penting yang mana ketiganya tidak akan berada pada kondisi idealnya pada saat yang bersamaan. Tiga hal itu adalah uang, tenaga dan waktu. Uang idealnya adalah punya dalam jumlah banyak. Semua orang pasti ingin punya banyak uang. Tenaga idealnya adalah kuat. Semua orang pasti ingin mempunyai tubuh yang kuat. Waktu idealnya adalah punya dalam jumlah yang banyak juga. Semua orang ingin punya banyak waktu supaya bisa melakukan kegiatan yang mereka perlukan. Semua kondisi ideal tersebut tidak akan berada pada posisi puncaknya secara bersamaan.

Pada masa muda kita punya tenaga yang kuat, waktu luang banyak tersedia, namun kita tidak punya banyak uang. Saya ingat masa-masa pertama kuliah dulu. Sering sekali saya dan teman-teman berkumpul, bergurau, jalan-jalan dan kegiatan bersama lainnya. Waktu itu pernah sekali waktu saya ingat pergi jalan-jalan bersama ke kebun teh Pagilaran Batang. Pada waktu perjalanan pulang ternyata hujan sangat deras. Namun kami semua tetap meneruskan perjalanan tanpa memperdulikan guyuran hujan dan dinginnya terpaan angin bahkan tanpa mengenakan jas hujan. Hebatnya, tidak ada dari kami yang masuk angin atau pusing sekalipun. Besoknya kami tetap kumpul-kumpul lagi seperti biasa bersiap-siap mengikuti kuliah. Namun kebanyakan dari kami dalam mengikuti kuliah jarang yang mempunyai buku materi kuliah, bahkan untuk memfotokopi sekalipun. Masalah klasik, tidak punya uang untuk membeli buku. Dan ketika masa registrasi tiba, kami semua berklebat sendiri-sendiri mencari dana untuk melunasi kewajiban. Ada yang ngutang, ada yang nodong orang tua, ada yang menguras tabungan sampai ludes, dan berbagai macam cara lainnya.

Kemudian memasuki masa produktif, yaitu masa kerja. Ketika memasuki masa kerja kita punya banyak uang, tenaga kuat, namun sangat miskin waktu. Ketika berada pada masa kerja, semua usaha dan kegiatan kita selalu dihitung harga. Gaji yang diterima tiap periode tertentu adalah harga yang dibayarkan kepada kita atas tenaga yang kita berikan pada pekerjaan kita. Di samping kegiatan mengajar setiap hari, banyak rekan-rekan kuliah saya dulu sekarang nyambi ngelesi anak-anak didiknya. Dan tentu saja, itu adalah pemasukan sampingan yang bisa menambah penghasilan mereka. Tidak hanya itu, mereka juga sering diberi tugas melaksanakan kegiatan di luar KBM semisal ekstrakurikuler Pramuka, administrasi sekolah, pembina event lomba dan lain sebagainya. Banyak teman-teman saya yang ngelesi tiap hari dengan jadwal yang super padat. Habis pulang sekolah ada jadwal, sore-sore ada les privat, malamnya ada lagi yang minta diberi jam tambahan. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk melakukan semua hal tersebut. Kadang untuk menghadapi akreditasi ataupun monitoring kita harus bekerja sampai malam untuk melengkapi segala administrasi yang kurang. Saya sendiri pernah pulang dari sekolah sampai jam 9 malam. Memang sangat melelahkan, namun tidak butuh waktu lama untuk memulihkan tenaga kita lagi. Tidak ada lagi waktu untuk berkumpul bareng teman-teman untuk sekedar bergurau ataupun refreshing. Semua tenaga dan waktu ditumpahkan untuk pekerjaan. Ketika ada inisiatif dari salah satu teman untuk mengadakan reuni kecil-kecilan, berbagai macam permintaan maaf ramai-ramai diucapkan karena tidak bisa mengikuti acara dengan alasan bentrok dengan pekerjaan. Ada yang urusan keluarga, ada yang lembur sampai malam, ada yang ngelesi tiap hari tidak bisa ditinggal, dan lain sebagainya. Begitu miskinnya waktu yang kita punya, bahkan untuk waktu istirahat pun sampai berkurang demi pekerjaan yang menghasilkan uang.

Setelah itu kita akan memasuki usia tua. Pada usia tua kita punya uang, punya waktu, namun tenaga kita sudah jauh berkurang. Kita punya uang hasil tabungan kita selama masa kerja dulu, ataupun dari pemasukan usaha kita yang sudah mapan. Volume makan pun berkurang. Jika waktu muda dulu kita sanggup menghabiskan lebih dari tiga piring nasi sehari, saat usia tua terkadang hanya cukup setengah porsi saja sudah kenyang. Selain itu juga banyak waktu tersedia untuk hal-hal yang dulu jarang dilakukan. Kita selalu ada untuk dikunjungi anak cucu kita. Kita bisa bergurau bermain dengan cucu-cucu yang menggemaskan. Banyak waktu tersedia untuk keluarga. Namun kita harus menjaga kondisi tubuh kita agar senantiasa bugar. Kesehatan adalah hal utama. Jika waktu muda dulu kehujanan pun masih tahan, saat usia tua kena angin malam pun badan terasa tidak enak. Jika dulu makanan berkolesterol tinggi pun kita santap dengan nikmat, saat usia tua daftar pantangan makanan yang tidak boleh dimakan semakin panjang. Itu semua dilakukan karena tubuh kita sudah tidak kuat lagi beraktifitas dengan frekuensi tinggi karena menurunnya kekuatan fungsi organ tubuh. Tubuh kita menjadi rentan terhadap ancaman penyakit.

Itulah tiga hal penting dalam hidup kita yang harus kita pahami. Kita harus tahu pada kondisi apa kita berada. Hal itu penting agar kita bisa mensiasati segala kekurangan kita. Kita tidak akan bisa menghindar dari kelemahan sebagai sifat dasar manusia. Mensikapi segala kekurangan adalah hal bijaksana yang semestinya kita lakukan. Sekarang coba Anda renungkan, apa yang tidak Anda punyai saat ini? Uang, tenaga atau waktu?

Tiga hal dalam hidup ini yang penting adalah waktu, uang, dan tenaga. 

Pemuda biasanya memiliki waktu dan tenaga, tetapi tidak punya uang.
Orang Dewasa biasanya memiliki uang dan tenaga, tetapi tidak memiliki waktu.
Orang Tua biasanya memiliki uang dan waktu, tetapi tidak memiliki tenaga.

Rumus : 
waktu + tenaga = uang
uang + tenaga /= waktu
waktu + uang /= tenaga

Apa makna kata - kata dan rumus di atas ???
Pemuda biasanya memiliki waktu dan tenaga, tetapi tidak punya uang.
Sadarkah bahwa kita sebagai siswa atau mahasiswa, sebenarnya memiliki banyak waktu luang. Maka manfaatkanlah waktunmu yang ada sekarang sebaik - baiknya.
Orang Dewasa biasanya memiliki uang dan tenaga, tetapi tidak memiliki waktu.
Lihatlah kedua orang tua kita, mereka memiliki uang hari hasil bekerja dan mereka juga masih mampu memiliki tenaga untuk bekerja, tetapi mereka memiliki sedikit waktu luang. Mereka sebenarnya juga ingin dan bisa untuk pergi berlibur, tetapi kewajiban bekerja menghalangi keinginan mereka.
Orang Tua biasanya memiliki uang dan waktu, tetapi tidak memiliki tenaga.
Lihatlah kakek dan nenek kita. Mereka punya uang, mereka punya banyak waktu luang, tetapi mereka tidak kemana - mana. Mungkin hanya dirumah saja karena tenaga mereka hanya sedikit. Mereka punya harta, bisa saja semua harta digunakan untuk rekreasi ke luar negeri atau entah kemana, dan tetapi mereka tidak melakukannay karena kendalah tenaga serta kesehatan.
 waktu + tenaga = uang.
     
         jika kita memiliki waktu dan memiliki tenaga, maka kombinasi keduanya dapat kita gunakan untuk menghasilkan uang. Misalkan waktu dan tenaga kita gunakan untuk bekerja sebagai kuli. Waktu kita terbuang, tenaga kita terkuras, tetapi kita mendapat upah.  Hal ini juga sesuai dengan pepatah waktu adalah Uang.

tenaga + uang tidak sama dengan waktu,
uang + waktu tidak sama dengan tenaga,

Manfaatkanlah Tenaga, Waktu, dan Uangmu secara bijak,....


Tuesday, December 8, 2020

Cita - cita | Menulis #1


Cita-cita?

Dulu aku ingin menjadi dokter, tentara, polisi, pemadam kebakaran, semua yang berprofesi terlihat di televisi itu keren.

Waktu demi waktu berjalan, tahun demi tahun berganti, satu persatu cita cita yang aku nanti perlahan mulai sirna. Lantas apa ini hanya siklus hidup manusia? dimana waktu kecil kita memiliki cita cita lalu ketika dewasa hilang seketika.

Cita cita adalah mimpi yang indah, selalu terbayang dengan indah, tapi tidak semua orang beruntung dengan cita cita yang diimpikan sejak kecil, apa mungkin karena kita kecil belum tahu apa apa dan tidak terfikir bagaimana caranya untuk menggapai.. Setelah dewasa kita jadi tahu, bahwa mewujudkan apa yang kita ingin memerlukan kekuatan, pikiran dan kemauan yang besar. Namun terkadang pasrah sering menghampiri kita, bisa jadi karena ekonomi, atau karena suatu hal yang lain.. Selagi kita memiliki Allah SWT, sesuatu hal yang tidak mungkin, mustahil bagi manusia bisa saja diraih dalam, asal kita mau berusaha, berdoa dan bertawakal.. 
Tetap semangat dalam menggapai cita cita, sebuah tulisan yang acak acakan ini masih bisa diajak untuk membuatmu berpikir keras apa cita cita kamu saat ini? Mari Wujudkan!

Tuesday, December 1, 2020

Kisah Sukses Thomas Alva Edison Sang Penemu Lampu.

Thomas Alva Edison
Thomas Alva Edison merupakan seorang pengusaha dan juga salah satu penemu terhebat di Amerika Serikat (AS).

Dia memberikan kontribusi besar bagi dunia berkat temuannya yakni lampupijar selain generator listrik, perekam suara, maupun film.

Sebagai pengusaha, dia memegang sekitar 1.093 hak paten di AS, dan 2.332 hak paten di seluruh dunia atas berbagai penemuannya.

Biografi Thomas Alva Edison.

Masa Kecil
Edison lahir pada 11 Februari 1847 di Milan, Ohio. Dia merupakan bungsu dari tujuh bersaudara, anak pasangan Samuel Ogden Edison Jr dan Nancy Matthews Elliott.

Edison kecil hanya bersekolah selama beberapa pekan sebelum ibunya menariknya dan memutuskan mengajarinya sendiri.


Saat itu, gurunya memperingatkan Edison dianggap sebagai murid yang sering tertinggal, tidak pintar, dan dianggap tak berbakat.

Selama diajari ibunya, pendidikan Edison didapatkan dari School of Natural Philosophy karya RG Parker dan The Cooper Union for the Advancement of Science and Art.

Di usia 11 tahun, Edison yang belajar otodidak menunjukkan rasa ingin tahu yang besar dengan membaca berbagai buku.

Awal Karir
Keluarga Edison pindah ke Port Huron, Michigan, setelah pemilik kanal sukses menjauhkan jalur kereta api dari Milan pada 1854, dan membuat Edison Senior kehilangan pekerjaan.

Pada usia 12 tahun, Edison muda mampu meyakinkan orangtuanya untuk membiarkannya menjual koran di jalur kereta Port Huron menujuh Detroit.

Dia menjadi operator telegraf setelah menyelamatkan bocah tiga tahun Jimmie MacKenzie karena terjebak di rel kereta.

Ayah Jimmie, JU MacKenzie, sangat berterima kasih sehingga dia memutuskan mengajari Edison menjadi operator. Tugas pertamanya di Jalur Grand Trunk, Stratford Junction.

Selama bertugas, dia juga menghabiskan waktunya dengan melakukan eksperimen di laboratorium yang terletak dalam kereta.

Dia mendapatkan hak eksklusif untuk menjual koran di kereta. Dibantu empat asisten, dia memublikasikan Grand Trunk Herald.

Di 1866 saat berumur 19 tahun, Edison pindah ke Louisville dan bekerja bagi Western Union serta kantor berita Associated Press.

Dia meminta piket malam sehingga dia bisa melakukan dua hal kesukaannya; membaca dan bereksperimen. Namun kegemarannya malah mendatangkan bencana.

Suatu malam di 1867, dia sedang bereksperimen dengan baterai aki ketika dia menumpahkan asam sulfur ke lantai, yang merembes hingga meja bosnya, dan membuatnya dipecat.

Menjadi Penemu
Saat berusia 22 tahun, dia pindah ke New York dan mengembangkan penemuan pertamanya yang bernama Universal Stock Printer.

Alat itu bisa menyeragamkan sejumlah transaksi saham. Perusahaan The Gold and Stock Telegraph sangat terkesan dengan karyanya.

Mereka membayar hak ciptanya sebesar 40.000 dollar AS. Dengan kesuksesan itu, dia memutuskan mencurahkan seluruh waktunya untuk eksperimen.

Pada dekadek 1870-an, mendapat reputasi sebagai penemu kelas satu. 1870, dia mendirikan laboratorium kecil di Newark, dan mempekerjakan sejumlah asisten.

Baca Juga :


Kemudian di 1876, dia mengembangkan perusahaannya ke Menlo Park, New Jersey, dan mendirikan fasilitas penelitian industri.

Saat itu, Western Union memintanya untuk mengembangkan alat komunikasi yang bisa menyaingi telepon yang ditemukan Alexander Graham Bell.

Dia tidak melakukannya. Meski begitu di Desember 1877, Edison mengembangkan metode perekaman suara yang dikenal fonograf.

Lampu Pijar
Di 1878, Edison mulai mengembangkan sistem penerangan listrik, sesuatu yang dia harap bisa menyaingi lampu tradisional dari minyak tanah maupun gas.

Lampu pijar menjadi perhatian utamanya. Banyak penemu seperti Alessandro Volta, Henry Woodward, maupun Mathew Rvans mencoba mengembangkannya.

Namun, lampu pijar tersebut dirasa masih mempunyai kekurangan karena selain biaya produksinya mahal, hanya bertahan sebentar.

Setelah melakukan banyak percobaan, dia mulai fokus kepada bahan pijar dari filamen karbon dan sukses tes pertama 22 Oktober 1879.

Saat itu, lampunya sukses bertahan selama 13,5 jam. Dia terus menyempurnakan desainnya dan di 4 November 1879, mendaftarkan hak patennya.

Beberapa bulan kemudian, Edison dan timnya menemukan bahan yang lebin bagus dalam karbon bambu, dan membuat lampu bertahan hingga 1.200 jam.

Baca Juga : 


Januari 1880, dia mendirikan perusahaan yang bisa mendistribusikan listrik untuk kegunaan harian dan menyinari kota.

Di tahun yang sama, dia mendirikan Perusahaan Edison lluminating yang kemudian berubah nama menjadi General Electric Corporation.

1881, dia meninggalkan Menlo Park untuk mendirikan fasilitas di beberapa tempat di mana gardu maupun kabel listrik sedang dipersiapkan.


Di 1882, stasiun gardu Pearl Street menyediakan 110 volt listrik untuk mencukupi kebutuhan 59 pelanggan di kawasan Manhattan samping.

Namun, lampu pijar tersebut dirasa masih mempunyai kekurangan karena selain biaya produksinya mahal, hanya bertahan sebentar.

Setelah melakukan banyak percobaan, dia mulai fokus kepada bahan pijar dari filamen karbon dan sukses tes pertama 22 Oktober 1879.

Saat itu, lampunya sukses bertahan selama 13,5 jam. Dia terus menyempurnakan desainnya dan di 4 November 1879, mendaftarkan hak patennya.

Beberapa bulan kemudian, Edison dan timnya menemukan bahan yang lebin bagus dalam karbon bambu, dan membuat lampu bertahan hingga 1.200 jam.


Januari 1880, dia mendirikan perusahaan yang bisa mendistribusikan listrik untuk kegunaan harian dan menyinari kota.

Di tahun yang sama, dia mendirikan Perusahaan Edison lluminating yang kemudian berubah nama menjadi General Electric Corporation.

1881, dia meninggalkan Menlo Park untuk mendirikan fasilitas di beberapa tempat di mana gardu maupun kabel listrik sedang dipersiapkan.


Di 1882, stasiun gardu Pearl Street menyediakan 110 volt listrik untuk mencukupi kebutuhan 59 pelanggan di kawasan Manhattan samping.

Bisnis dan Penemuan Lainnya

Pada 1887, Edison membangun fasilitas penelitian industri di West Orange, New Jersey, yang menjadi pusat pengembangan perusahaan listriknya.

Dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengawasi teknologi lampu dan sistem listrik, serta menyempurnakan fonograf dan mengembangkan gambar bergerak atau film.

1890-an, dia membangun pabrik pengolahan biji besi di New Jersey utara yang kemudian terbukti sebagai kegagalan komersial.

Saat industri mobil mulai membesar, dia mengembangkan baterai yang bisa memberikan daya bagi Henry Ford yang notabene adalah temannya.

Di 1912, dia menemukan baterai untuk starter bagi mobil Model T, dan sistem tersebut dipakai dalam industri selama beberapa dekade.

Selama Perang Dunia I, dia diminta militer AS untuk mengembangkan peralatan. Edison merancang detektor kapal selam maupun teknik pemetaan lokasi artileri musuh.

Karena Edison menentang kekerasan, dia hanya sepakat membuat alat dengan tujuan pertahanan.

"Saya bangga karena saya tak pernah membuat alat untuk membunuh," kata Edison saat itu.

Fakta Menarik Tentang Thomas Alva Edison.
Selain menjadi penemu lampu, dia juga mengembangkan pembangkit listrik guna memasok penemuannya supaya maksimal. Selain itu, Thomas Alva Edison juga berjasa dalam mempopulerkan penggunaan kata "halo" dalam telephone. Graham Bell sang penemu telephone , sebelumnya menggunakan kata "ahoy / ahox" dalam mengawali pembicaraan di telepon.

Kematian
Edison meninggal dunia dalam pada 18 Oktober 1931 dalam usia 84 tahun di kediamannya, Glenmont, di Llewellyn Park, West Orange karena komplikasi diabetes.

Perusahaan dan komunitas di seluruh dunia mematikan lampu dan listriknya sebagai bentuk penghormatan kepada sang penemu besar.

Demikian penjelasan tentang biografi kisah sukses Thomas Alva Edison sang penemu lampu dan juga seorang pengusaha.

Tunggu update artikel selanjutnya dari blog ini, apabila ada kekeliruan silahkan komen nanti akan saya betulkan, semoga bermanfaat .. terimakasih sudah mampir.